Jelang Idul Fitri, Jasa Tukar Uang Di Pinggir Jalan Perlu Di Waspadai

Menjelang hari raya Idul Fitri aktivitas ekonomi di Indonesia semakin meningkat. Di perbankan sendiri mencatat aktivitas transaksi uang juga mengalami kenaikan menjelang hari raya Idul Fitri, pembagian THR dan penukaran uang baru merupakan dominasi dari transaksi yang terjadi setiap harinya.

Bank Rakyat Indonesia sendiri sudah menunjuk 15 bank besar di Indonesia untuk menjalin kerja sama dalam menyebarkan uang baru ke masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri. Penyebaran uang palsu akan sangat marak terjadi menjelang hari raya Idul Fitri.

Meskipun tercatat penyebaran uang palsu di Indonesia sudah mengalami penurunan dari tahun ke tahun namun Bank Indonesia tetap menghimbau agar masyarakat tetap jeli dan waspada dalam mengenali uang palsu yang mungkin siap di edarkan oleh oknum oknum tertentu menjelang hari raya Idul Fitri.

Banyaknya jasa penukaran yang baru di pinggir jalan misalnya menjadi salah satu alterntif yang mungkin di pilih oleh masyarakat. Berbagai alasan seperti kesibukan dan padatnya antrian di bank mungkin bisa menjadi kesempatan bagi oknum oknum tertentu untuk menyebarkan uang palsu.

Pengenalan akan mata uang asli di perlukan untuk mencegah hal tersebut terjadi, meski tidak di pungkiri bahwa banyak oknum yang menawarkan jasa tersebut dengan cara yang benar di karenakan kesempatan untuk mengais rezeki ini hanya berlangsung beberapa beberapa kali dalam satu tahun menjelang hari hari raya suku dan budaya tertentu di Indonesia namun oknum oknum yang bertindak curang inilah yang kerap meresahkan masyarakat.

Investasi Emas Lebih Aman Dan Minim Resiko

Emas merupakan pilihan investasi yang tepat di saat harga bursa saham sedang bergejolak atau pun nilai tukar mata uang sedang tidak stabil. Emas cenderung memberikan keuntungan dalam jangka waktu panjang sebab kenaikan emas selalu signifikan dari waktu ke waktu meskipun tidak memberikan tingkat keuntungan yang begitu besar namun investasi dalam bentuk emas cenderung tidak akan membuat investornya merugi.

Hampir bisa di pastikan 75% investor emas akan mendapatkan keuntungan jika berinvestasi dalam jangka waktu panjang. hal ini terbukti dari negara negara besar yang menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk emas sebab emas akan laku di pasaran dan gampang untuk di perjualbelikan serta mempunyai resiko yang kecil untuk merugi.

Para investor yang punya keberanian mungkin akan jarang untuk memilih emas sebagai investasi sebab peputaran keuangannya mungkin terbilang lama. investor pasa umumnya lebih menyukai untuk berinvestasi dalam pasar modal seperti saham dan obligasi. seperti pepatah mengatakan bahwa jangan menaruh telur didalam satu sangkar mungkin istilah ini bisa di pakai oleh investor jaman sekarang agar tidak terseret dalam satu arus ketika ekonomi atau harga saham sedang bergejolak.

Membagi bagi investasinya dalam beberapa bagian akan jauh lebih baik dari pada hanya menumpuk uang dalam satu bagian. Emas bisa menjadi salah satu alternatif untuk modal atau uang yang tidak anda pakai dalam jangka waktu panjang karena keuntungan yang di hasilkan emas akan jauh melebihi suku bunga bank jika anda hanya menaruhnya di dalam tabungan bank.

Perlu di ketahui juga bahwa harga emas tidak akan terpengaruh oleh tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara jadi para investor emas tidak perlu khawatir dengan keadaan ekonomi dan inflasi yang terjadi di negaranya.